RADARGEMPITA.CO.ID
DELI SERDANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di halaman Kantor Camat STM Hilir, Kamis (13/8/2026), berlangsung meriah dengan mengusung tema “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”. Namun, di balik semangat kebersamaan yang digaungkan, muncul catatan penting terkait ketidakhadiran salah satu unsur pimpinan wilayah (Forkopimcam).

Kegiatan senam sehat bersama yang menjadi pembuka acara dipimpin langsung oleh Camat STM Hilir, Sandi Sihombing, S.STP., M.Si., dan Kapolsek STM Hilir, AKP Ronald Pangihutan Manulang, S.E. Mereka hadir berdampingan dengan seluruh Kepala Desa, perangkat desa, serta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Sayangnya, posisi Komandan Koramil (Danramil) 0204-20/TK, Kapten Inf Amir P. Nasution, kembali kosong.
Absensi Berulang Tanpa Penjelasan
Ketidakhadiran Danramil dalam momentum sakral perayaan kemerdekaan ini bukanlah kejadian pertama. Berdasarkan pantauan warga dan pengamat kegiatan, Kapten Inf Amir P. Nasution kerap tidak terlihat dalam berbagai acara resmi yang digagas oleh Pemerintah Kecamatan STM Hilir. Yang lebih memprihatinkan, ketidakhadiran tersebut seringkali terjadi tanpa disertai pemberitahuan resmi atau alasan yang jelas kepada pihak penyelenggara.
Padahal, filosofi tema “Bersatu Berdaulat” seharusnya tercermin dari kekompakan tiga pilar utama—Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri—yang berdiri tegak di tengah masyarakat. Sinergitas ini merupakan wujud pengabdian yang menyatu dan contoh nyata bagi warga dalam menjaga persatuan.
Harapan Warga akan Keutuhan Pimpinan
Fakta bahwa hingga rangkaian acara berakhir, Danramil belum juga tampak maupun mengirimkan surat berhalangan hadir, memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Warga mempertanyakan mengapa salah satu unsur pimpinan wilayah seolah enggan hadir berdampingan dengan mitra kerjanya di acara yang merupakan milik publik.
Masyarakat STM Hilir berharap ke depannya, ketiga pilar Forkopimcam dapat benar-benar merealisasikan semangat “Bersatu”. Kehadiran utuh seluruh pemimpin wilayah di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan simbol kekuatan dan kebersamaan dalam membangun kecamatan yang sejahtera dan maju. (Ril)













