Radargempita.co.id
Jakarta, – Penunjukan Brigadir Jenderal TNI Muhammad Benrieyadin Sjafrie sebagai Komandan Korem (Danrem) 051/Wijayakarta menjadi perhatian karena perjalanan karier militernya yang ditempuh melalui jalur Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepa PK), bukan Akademi Militer (Akmil).

Putra Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, M.B.A., tersebut merupakan lulusan Sepa PK Angkatan 2004. Dalam perjalanan dinasnya, Benrieyadin membangun rekam jejak di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) melalui berbagai penugasan dan jenjang kepemimpinan.
Di lingkungan Kopassus, ia mengawali karier sebagai Komandan Peleton, kemudian dipercaya menjadi Komandan Kompi hingga menjabat Komandan Batalyon 32 Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus, satuan yang memiliki tugas di bidang intelijen tempur dan operasi khusus.
Pada 2006, saat masih berpangkat Letnan Satu, Benrieyadin tergabung dalam Kontingen Garuda yang bertugas pada misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Penugasan tersebut menjadi bagian dari pengalaman operasionalnya di tingkat internasional.
Setelah menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), kariernya berlanjut pada jabatan strategis sebagai Sekretaris Pribadi Panglima TNI periode 2023–2024. Selanjutnya, pada 2024, ia dipercaya memimpin Brigade Infanteri 17/Sakti Budi Bakti (Kujang I) Kostrad. Jabatan tersebut sekaligus mencatatkan dirinya sebagai perwira lulusan Sepa PK pertama yang dipercaya memimpin brigadenya di lingkungan Kostrad.
Pada Juli 2026, Benrieyadin resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal TNI dan dilantik sebagai Danrem 051/Wijayakarta, menggantikan Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso. Ia menjadi Danrem ke-20 sejak Korem 051/Wijayakarta berdiri pada 1998.
Korem 051/Wijayakarta memiliki wilayah teritorial yang strategis, meliputi sejumlah daerah penyangga ibu kota seperti Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Depok, dan Bogor Timur. Wilayah tersebut memiliki dinamika kependudukan, pembangunan, serta tantangan keamanan yang kompleks sehingga memerlukan kepemimpinan yang adaptif dan profesional.
Selain memiliki pengalaman lapangan, Brigjen TNI Muhammad Benrieyadin Sjafrie juga mengenyam pendidikan akademik dengan meraih gelar Bachelor of Science (B.Sc.) dan Master of Science (M.Sc.), termasuk mengikuti pendidikan di Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Singapura. Perpaduan pengalaman operasional dan pendidikan strategis tersebut diharapkan menjadi bekal dalam menjalankan tugas memimpin Korem 051/Wijayakarta.
Pengangkatan Benrieyadin mencerminkan bahwa pengembangan karier di lingkungan TNI AD didasarkan pada rekam jejak penugasan, kompetensi, pendidikan, dan kebutuhan organisasi. Dengan amanah barunya, publik akan menantikan kontribusi dan kepemimpinannya dalam menjaga stabilitas wilayah serta memperkuat pembinaan teritorial di kawasan strategis penyangga ibu kota.
(Redaksi)












