Radargempita.co.id
BANDUNG, – Industri platform streaming Indonesia akan kedatangan pemain baru dengan konsep berbeda. KFLIX, platform digital yang mengusung nilai budaya lokal, edukasi, dan religi, dijadwalkan resmi hadir di Google Play Store dan Apple App Store pada Agustus 2026.

Berbasis di Bandung, KFLIX hadir dengan visi menghadirkan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai moral dan edukatif bagi masyarakat. Salah satu keunikan platform ini adalah konsep apresiasi kepada penonton berdasarkan jumlah tayangan yang diperoleh setiap konten.
Dalam memperkuat katalog tayangannya, KFLIX menjalin kerja sama strategis dengan Sinema Alexa Films Productions, rumah produksi yang berbasis di Jakarta Utara. Saat ini, nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak tengah memasuki tahap finalisasi.
Kerja sama tersebut melibatkan proses kurasi konten yang dilakukan oleh Divisi Akuisisi KFLIX di bawah koordinasi Susie Fatriani melalui General Manager Sri Sugesti Andayani. Dari hasil kurasi tersebut, tiga film karya produser, penulis skenario, sekaligus sutradara Ardian S. Perkasa dipersiapkan menjadi bagian dari konten unggulan KFLIX.
Tiga judul film yang akan diproduksi meliputi:
- Peluk Ibu untuk yang Terakhir
- Peluk Ayah di Ujung Gang
- Hijrahku di Pondok Pesantren
Ardian S. Perkasa menegaskan bahwa proyek tersebut tidak semata-mata berorientasi pada aspek komersial, tetapi juga membawa misi sosial dan moral melalui karya perfilman yang positif.
“Tayangan vertikal ini diharapkan dapat menjadi media yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, proses kreatifnya harus dilandasi niat baik dan menghasilkan karya yang membawa pesan positif,” ujar Ardian saat ditemui di kantor Sinema Alexa Films Productions, Jakarta Utara, Jumat (19/06).
Menurut Ardian, proses produksi akan mengambil lokasi syuting di sejumlah daerah yang memiliki kekayaan budaya dan panorama alam yang kuat, di antaranya Yogyakarta, Garut, Majalengka, dan Cianjur.
“Kami sedang melakukan penjajakan beberapa lokasi yang memiliki nilai budaya lokal yang kuat. Sejauh ini, dukungan dari berbagai pihak di daerah cukup positif,” katanya.
Selain fokus pada produksi film, Ardian juga membuka peluang kerja sama bagi investor yang memiliki visi sejalan dalam mendukung pengembangan industri perfilman nasional berbasis edukasi dan nilai-nilai budaya.
Kehadiran KFLIX diharapkan dapat menjadi alternatif baru bagi masyarakat dalam menikmati konten digital yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedepankan kualitas, nilai spiritual, serta pendidikan. Platform ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem perfilman nasional sekaligus mendorong lahirnya karya-karya yang berakar pada kearifan lokal Indonesia.
(Red)













