Menu

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Berita

Kisah Perburuan Gembong Rampok Slamet Gundul

badge-check


					Kisah Perburuan Gembong Rampok Slamet Gundul Perbesar

Radargempita.co.id

Ragam, – Peristiwa kaburnya Slamet Gundul atau Supriadi menjadi salah satu aksi pelarian paling dramatis dalam sejarah kriminal Indonesia pada era 1980-an. Namanya dikenal luas sebagai gembong perampok nasabah bank yang licin dan berulang kali lolos dari kepungan aparat penegak hukum.

Pada 1989, Mabes Polri bahkan mengeluarkan instruksi khusus kepada jajaran Polda di wilayah Jawa, Sumatera Selatan hingga Nusa Tenggara untuk menangkap Slamet Gundul dalam kondisi “hidup atau mati”.

Slamet Gundul bersama dua rekannya, Jarot dan Sahut, sebelumnya ditangkap polisi setelah diduga terlibat dalam serangkaian aksi perampokan bersenjata di sejumlah kota. Ketiganya kemudian menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Aksi paling mengejutkan terjadi sesaat setelah majelis hakim menjatuhkan vonis tiga tahun penjara kepada ketiganya. Usai sidang, para terdakwa langsung digiring menuju mobil tahanan yang terparkir di halaman pengadilan.
Namun ketika petugas hendak memasukkan mereka ke kendaraan tahanan, Slamet Gundul dan komplotannya mendadak melawan.

Foto: Istimewa (Tempo 1991)

Mereka mendorong petugas pengawal hingga terjatuh lalu berlari ke area parkir pengadilan.
Di lokasi tersebut ternyata telah disiapkan sepeda motor untuk melancarkan pelarian. Slamet Gundul dan Jarot berhasil kabur menggunakan kendaraan itu, sementara Sahut gagal meloloskan diri dan kembali diamankan aparat.

Pelarian tersebut semakin mengukuhkan reputasi Slamet Gundul sebagai penjahat yang sulit ditangkap. Sebelumnya, ia juga pernah lolos dari kepungan dua regu reserse Polda Metro Jaya di rumahnya di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Dalam upaya pelarian itu, Slamet disebut melompati pagar setinggi dua meter sambil melepaskan tembakan secara membabi buta. Ia bahkan sempat membajak sebuah bus Metromini yang tengah dicuci untuk menghindari kejaran polisi.

Setelah kabur dari Jakarta, Slamet Gundul berpindah-pindah kota untuk menghilangkan jejak. Ia diketahui sempat bersembunyi di Semarang sebelum melarikan diri ke Surabaya.
Sepanjang aksi kriminalnya, Slamet Gundul disebut terlibat dalam sedikitnya 55 kasus perampokan besar dengan sasaran utama nasabah bank yang baru mengambil uang dalam jumlah besar.

Pelariannya akhirnya berakhir di Surabaya. Meski sempat lolos karena menggunakan identitas palsu saat diperiksa aparat di kawasan Pasar Turi, polisi akhirnya berhasil menangkapnya di kawasan Morokrembangan ketika turun dari angkutan umum.

Hingga kini, nama Slamet Gundul masih dikenang sebagai salah satu legenda kriminal paling terkenal di Indonesia. Sosoknya dikenal karena keberanian, aksi pelarian yang dramatis, dan kemampuannya berkali-kali lolos dari kepungan aparat keamanan.

 

(Lie)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Patroli Malam Koramil 05/Kebon Jeruk Sasar Titik Rawan, Antisipasi Tawuran hingga Balap Liar

31 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Perkuat Keamanan Lingkungan, Babinsa Koramil Kebon Jeruk Dorong Warga Aktifkan Siskamling

31 Agustus 2026 - 22:13 WIB

GKR Bendara : Ngopi Bareng PUTRI DIY Jadi Road to JCWF 2026

31 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Mahasiswa BINUS UNIVERSITY Christoffer Edbert Tembus Top 3 Clash of Champions Season 3, Jadi Satu-satunya Wakil PTS

31 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

31 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Trending di Berita

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan