Radargempita.co.id
JAKARTA BARAT, — Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan menghadapi situasi darurat, Kelurahan Kedoya Selatan menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Petugas Kelurahan dalam Pengoperasian Peralatan Kedaruratan Bencana bertempat di Jalan Kedoya Azalea, RT 004/RW 04, Kelurahan Kedoya Selatan, Jakarta Barat.

Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas kelurahan serta unsur masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, terutama banjir yang kerap berdampak pada wilayah RW 05. Pelatihan tersebut menjadi langkah penting untuk membangun kesiapan personel, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan respons awal dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur ketika keadaan darurat terjadi.
Babinsa Kelurahan Kedoya Selatan, Pelda Sunarsa, bersama unsur tiga pilar dan instansi terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran unsur TNI, Polri, pemerintah kelurahan, BPBD, Basarnas, dan perwakilan masyarakat menjadi wujud sinergi dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana di lingkungan permukiman.
Dalam sambutannya, Kasi BPBD Jakarta Barat, Alek, mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana, mulai dari banjir, gempa bumi, hingga kebakaran. Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini melalui pemahaman risiko, penguasaan prosedur keselamatan, serta kemampuan bertindak secara tepat ketika bencana terjadi.

Foto: Istimewa
Terkait ancaman banjir, masyarakat diimbau mewaspadai arus deras, khususnya di sekitar kali dan saluran air. Sementara itu, dalam menghadapi gempa bumi, masyarakat perlu memahami bahwa meskipun Jakarta bukan wilayah yang bebas dari dampak gempa, guncangan akibat gempa yang terjadi di wilayah lain tetap dapat dirasakan. Pada situasi kebakaran, warga juga diminta menjaga keamanan lingkungan dan barang milik masyarakat tanpa mengabaikan prioritas utama, yaitu keselamatan jiwa serta proses evakuasi.
“Bencana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Karena itu, kesiapsiagaan tidak boleh hanya dilakukan ketika bencana datang, tetapi harus dipersiapkan sejak dini. Petugas dan masyarakat perlu memahami langkah penyelamatan, penggunaan peralatan kedaruratan, serta pentingnya koordinasi agar risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut, Kamis (29/10).

Foto: Istimewa
Materi pelatihan juga menyoroti bahwa bencana, baik yang disebabkan faktor alam maupun nonalam, dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kerugian material, serta kondisi fisik dan psikologis masyarakat. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas petugas menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan wilayah dan mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh keadaan darurat.
Kegiatan berlangsung dengan susunan acara meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Lurah Kedoya Selatan, sambutan Kasi BPBD Jakarta Barat, penyampaian materi oleh narasumber, foto bersama, doa, dan penutupan.
Adapun pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut meliputi Kasi BPBD Jakarta Barat Alek, Kasi Pemerintahan Haris, Babinsa Kelurahan Kedoya Selatan Pelda Sunarsa, Bhabinkamtibmas Aipda Enditoro, Kasatpol PP Kelurahan Kedoya Selatan, narasumber Hendra dari Basarnas, Ketua RW 05 Nurcholis, serta perwakilan RT yang terdampak banjir di wilayah RW 05.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas petugas dan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana semakin meningkat. Sinergi antara pemerintah, aparat kewilayahan, instansi penanggulangan bencana, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi situasi darurat.
(Lie/Pen05/KJ)













