Menu

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Berita

Sosok Bung Karno Sang Pengagum Wanita, Dari Titiek Puspa Hingga Rima Melati

badge-check


					Sosok Bung Karno Sang Pengagum Wanita, Dari Titiek Puspa Hingga Rima Melati Perbesar

Sosok Bung Karno Sang Pengagum Wanita, Dari Titiek Puspa Hingga Rima Melati

Ragam, – RadarGempita.co.id || Bung Karno dikenal dekat dengan seniman, termasuk Titiek Puspa dan Rima Melati, yang sering diundang ke Istana untuk tampil atau mendampingi acara negara pada 1960-an. Mereka adalah sosok penyanyi dan aktris legendaris yang dikagumi oleh Presiden Soekarno atas bakat dan kepribadian mereka.

Suatu hari di akhir 1950-an, Mien, mewakili Gerakan Wanita Sosialis, hadir dalam sebuah acara di Istana Merdeka yang mengundang semua organisasi wanita. Halaman belakang Istana penuh, banyak undangan yang berdiri karena tak kebagian kursi. Ketika itu Bung Karno kemudian berteriak. “Hei, hei, wanita-wanita cantik yang pakai kelom geulis (bakiak cantik Bandung yang waktu itu sedang jadi mode – Red.), mari ke sini! Duduk dekat saya.” Sontak para wanita berlarian mendekati Bung Karno.

Bung Karno selalu memperhatikan secara detail setiap situasi. Sebelum berbicara di sebuah acara, dia memperhatikan siapa yang akan mendengarkan, latar belakangnya, secara saksama,” cerita Minarsih (Mien) Soedarpo (77), istri pengusaha Soedarpo Sastrosatomo, komisaris PT Samudra Indonesia yang pernah menjadi konsul RI di AS.

Disaat yang sama Penyanyi dan pencipta lagu Titiek Puspa (almarhum) pun melihat betapa Bung Karno bisa menempatkan diri saat berhadapan dengan orang yang baru dikenal. Saat itu tahun 1959, tak lama setelah Titiek hijrah ke Jakarta dari Semarang. Sebagai peraih gelar Bintang Radio, dia diundang untuk menyanyi di Istana Merdeka. Bung Karno mengampirinya dan bilang, “Oh, ini toh yang namanya Titiek Puspa,” sambil mengulurkan tangan. Penuh wibawa tapi amat sopan. Titiek merasa tenang, tidak minder, apalagi takut.

“Beberapa kali saya diberi uang langsung dari kantong celananya, di depan banyak orang. Katanya buat belanja atau untuk dibagi dengan teman-teman. Padahal honor dari sekretariat presiden tetap dibayarkan. Bagi saya, perlakuan itu sungguh mengesankan, tidak soal jumlah uangnya berapa. Sangat manusiawi. Kita bisa membayangkan, betapa presiden pada masa itu mengeluarkan sendiri uang dari saku celana, tidak main tunjuk lantas orang lain yang sibuk mengeluarkan uang,” cerita Titiek Puspa (Almarhum)

Ihwal nama Rima Melati, yang banyak diduga orang pemberian Bung Karno, si pemilik nama punya cerita berbeda. Sekitar awal 1960-an Bung Karno suka mengganti nama orang yang dikenalnya, yang dirasa kebarat-baratan. Maka nama Baby Huwae disarankan untuk diganti Lokita Purnamasari – dan sampai akhir hayatnya Baby Huwae memakai nama itu. Sedangkan Marjolein Tambajong, panggilannya Leintje, nama asli Rima Melati, memang pernah dikatakan kebarat-baratan oleh Bung Karno.

Marjolein yang ketika itu sedang mengandung anak kedua, ingin memberi nama Rima kepada si anak jika perempuan. Dia diilhami tokoh Rima the Bad Girl dalam film Green Mansions (1959) yang diperani Audrey Hepburn. Sayang, janin itu meninggal sebelum dilahirkan. Leintje yang terpukul, menceritakan peristiwa itu kepada Bung Karno, sekaligus mengutarakan keinginannya untuk mengambil alih nama Rima, dikombinasi dengan “Melati”.

“Bung Karno bilang, ‘That’s a good name.’ Sejak saat itu beliau selalu memanggil saya Rima Melati. Kepada setiap orang beliau memperkenalkan saya sebagai Rima Melati,” cerita Rima Melati.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lokasi Judi di Wilayah Polsek Patumbak Dan Deli Tua Merajalela, Disertai Tempat Kosumsi Narkoba

11 April 2026 - 17:22 WIB

KPK Gelar OTT, Bupati Tulungagung Diamankan Dalam Dugaan Kasus Suap

10 April 2026 - 22:15 WIB

Razia Lapas Lubuk Pakam Temukan Barang Terlarang, Antisipasi Peredaran Narkoba

10 April 2026 - 21:12 WIB

Agus Mulyawan, Wartawan yang Tewas di Timor Timur: Dibunuh Milisi Pro-Indonesia?

10 April 2026 - 19:54 WIB

Pembunuhan Wartawan Naimullah: Jejak Liputan Illegal Logging yang Berujung Maut

10 April 2026 - 18:35 WIB

Trending di Berita

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan