Menu

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Berita

Sosok Robin hood Itu Ternyata Jhony indo? 

badge-check


					Sosok Robin hood Itu Ternyata Jhony indo?  Perbesar

Sosok Robin hood Itu Ternyata Jhony indo?

Pojok Berita, – radargempita.co.id – Johny Indo lahir dengan nama Johanes Hubertus Eijkenboom pada 6 November 1948, di Garut, Jawa Barat. Ayahnya, Mathias Eijkenboom, adalah mantan tentara Belanda yang datang ke Indonesia pada masa “Agresi Militer Belanda I”, namun kemudian memilih tinggal di Indonesia, mendeklarasikan dukungan terhadap Republik, dan menikah dengan perempuan Indonesia.
Karena latar darah campuran Belanda–Indonesia, masa kecil Johanes disebut penuh dengan identitas ganda, dari kecil kemudian tumbuh di tengah masyarakat dengan tantangan adaptasi dan penerimaan.

Diketahui saat remaja dan dewasa awal, Johanes sempat menjalani beragam pekerjaan, dari sopir, pegawai katering, sampai sempat terjun di dunia modelling atau iklan karena wajah “Indo”-nya. Namun kehidupan ekonomi dan tanggung jawab keluarga cukup berat; kebutuhan hidup, keluarga, dan beban sosial membuatnya susah mendapatkan stabilitas.

Dalam titik keputusasaan tersebut, Johanes mulai mendekati jalan yang salah. Menurut catatan, dia dan sejumlah teman kemudian memutuskan untuk merampok. Sebuah pilihan drastis yang diumumkan oleh salah seorang teman dengan kata: “bagaimana kalau kita merampok saja?”. Bukan sekadar kriminal biasa. Johanes yang kemudian dikenal sebagai Johny Indo mulai merencanakan aksi perampokan dengan metode yang terstruktur: strategi, taktik, persenjataan, pelarian, bahkan “kode etik” internal: larangan membunuh, melukai, atau memperkosa korban, berusaha menjaga agar aksi mereka tidak menimbulkan kekerasan berlebihan.

Kelompok ini dikenal dengan nama Pachinko (Pasukan China Kota). Mereka menjadi komplotan perampok yang sangat ditakuti, sering menarget toko emas di Jakarta dan sekitarnya, terutama milik orang kaya atau asing. Aksi paling terkenal terjadi tahun 1979: perampokan toko emas di kawasan Cikini, Jakarta Pusat yang kemudian membuat heboh karena viral di masyarakat dan dianggap sebagai perampokan besar.

Pada masa itu, julukan “perampok kelas kakap” melekat pada Johny Indo. Reputasinya sebagai pencuri ulung, licin, dan selalu berhasil lolos dari kejaran polisi berkali-kali.

Tapi secepat‑cepatnya pelarian, keadilan akhirnya mengejar. Setelah banyak anggota kelompok pachinko tertangkap, Johny akhirnya dibekuk di Sukabumi. Dia kemudian dijatuhi hukuman 14 tahun penjara dan dipenjarakan di lembaga penjara paling ketat di Indonesia kala itu, Nusakambangan.
Namun, tiga tahun menjalani hukuman ternyata tidak meluruhkan semangat pelarian. Pada 1982, Johny bersama 34 narapidana lainnya merencanakan kabur dari Nusakambangan. Pelarian ini sempat membuat geger aparat, mereka lolos ke hutan dan bertahan sekitar 12 hari. Namun pada akhirnya, karena kehabisan logistik dan kelelahan, mereka menyerah dan ditangkap kembali. Selama di penjara, menurut beberapa catatan, Johny mulai merenung. Pergulatan batin antara masa lalu kelam, tanggung jawab terhadap keluarga, dan masa depan yang suram membuatnya mempertanyakan jalan hidupnya.

Setelah masa tahanan selesai, Johny Indo membalikkan haluan. Dia terjun ke dunia film, menariknya, pada tahun 1987, film berjudul Johny Indo dibuat, yang mengangkat kisah hidupnya sendiri. Ia memerankan dirinya sendiri dalam film tersebut. Tak hanya itu, setelah beberapa waktu, Johny memilih jalan spiritual. Ia menjadi pendakwah Islam, mengganti nama menjadi Umar Billah, dan kerap mengisi dakwah, mendatangi lapas‑lapas, kampung, atau komunitas kecil untuk membagikan kisah hidupnya: dari kriminal hingga penebusan.

Seturut waktu, reputasinya bergeser: dari manusia buas penguasa kriminal, menjadi sosok penuh penyesalan, introspeksi, dan harapan walau masa lalunya tetap membayang. Banyak orang menilai perubahannya tulus, menginspirasi mereka yang terjerumus ke jalan gelap bahwa jalur penebusan dan perubahan tetap terbuka.

Legenda dengan Dua Wajah

Johny Indo menghembuskan napas terakhir pada 26 Januari 2020, di usia 71/72 tahun.
Penyebab kematian dikabarkan berkaitan dengan kondisi kesehatan, termasuk riwayat operasi hernia dan komplikasi berikutnya.

Saat meninggal, banyak pihak mengenang Johny dengan dua wajah atau lebih dikenal sebagai Robin hood nya Indonedi Bagi sebagian, dia tetaplah perampok besar, buronan, penjahat yang melukai ketenteraman masyarakat. Namun bagi sebagian lain, ia adalah simbol tragedi sosial, korban ketidakadilan ekonomi, dan dalam bentuk penyesalan, berharap adanya perubahan serta Keadilan nyata bagi semua.

(Nadillah F)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lokasi Judi di Wilayah Polsek Patumbak Dan Deli Tua Merajalela, Disertai Tempat Kosumsi Narkoba

11 April 2026 - 17:22 WIB

KPK Gelar OTT, Bupati Tulungagung Diamankan Dalam Dugaan Kasus Suap

10 April 2026 - 22:15 WIB

Razia Lapas Lubuk Pakam Temukan Barang Terlarang, Antisipasi Peredaran Narkoba

10 April 2026 - 21:12 WIB

Agus Mulyawan, Wartawan yang Tewas di Timor Timur: Dibunuh Milisi Pro-Indonesia?

10 April 2026 - 19:54 WIB

Pembunuhan Wartawan Naimullah: Jejak Liputan Illegal Logging yang Berujung Maut

10 April 2026 - 18:35 WIB

Trending di Berita

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan