Menu

Mode Gelap
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan

Aceh

Ratu Perbu Itu Bernama Cut Nyak Dien

badge-check


					Ratu Perbu Itu Bernama Cut Nyak Dien Perbesar

Sejarah, – radargempita.co || Tahun 1906 di Sumedang, Jawa Barat. Pasukan Belanda secara diam-diam membawa seorang tawanan wanita tua yang sudah kehilangan penglihatannya. Pakaiannya lusuh, tubuhnya sangat rapuh dimakan usia, dan wajahnya menyiratkan penderitaan panjang.

Penduduk setempat sama sekali tidak tahu siapa nenek buta misterius yang diasingkan ke kampung mereka ini. Belanda benar-benar merahasiakan identitasnya rapat-rapat karena sangat ketakutan pengaruhnya akan menyebar. Penduduk Sumedang yang iba akhirnya merawatnya dan hanya memanggilnya dengan sebutan “Ibu Perbu” atau Ibu Ratu, karena meskipun buta dan miskin, wibawanya saat berbicara sangat luar biasa.

Di sisa hidupnya yang sunyi di tanah pengasingan, nenek ini mengabdikan diri mengajar ngaji Al-Qur’an kepada anak-anak kampung setempat. Dia menolak dikasihani dan hidup dalam kesederhanaan sampai akhirnya meninggal dua tahun kemudian. Nenek buta ini dikuburkan secara seadanya di bukit terpencil, seolah dia hanyalah rakyat jelata biasa yang terlupakan oleh zaman.

Tapi puluhan tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1959, sebuah dokumen rahasia Belanda terbongkar dan membuat gempar seluruh negeri.

Pemerintah melakukan pencarian makam besar-besaran, dan terungkaplah fakta gila yang disembunyikan penjajah selama lebih dari setengah abad. Nenek buta guru ngaji di kampung itu bukanlah orang biasa!

Dia adalah Cut Nyak Dien! Sang ratu perang Aceh paling legendaris, panglima gerilya yang membuat bangkrut kas militer Belanda, dan sosok yang paling bikin jenderal-jenderal Eropa gemetar ketakutan.

Saking paniknya melihat Cut Nyak Dien terus melawan meski matanya sudah buta dan penyakitan di hutan, Belanda sengaja membuangnya ribuan kilometer dari tanah kelahirannya. Mereka memutus semua komunikasi dan membiarkan sang singa betina ini mati dalam kesunyian tanpa nama agar rakyat Aceh mengira dia sudah lenyap.

Sebuah ironi sejarah yang sangat menyayat hati. Pahlawan wanita yang mengorbankan nyawa suami, keluarga, harta, dan penglihatannya demi bangsa ini, justru menghembuskan napas terakhirnya sebagai orang asing yang tak dikenali di negerinya sendiri.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasukan Setan Pimpinan MA Sentot dari Indramayu

9 April 2026 - 15:30 WIB

Babinsa Turun Tangan, Progres Jembatan Perintis Garuda di Rap-Rap Dikebut

9 April 2026 - 11:21 WIB

Sisi Lain Dari Kisah Si Pitung Jawara Betawi?

9 April 2026 - 07:25 WIB

Denpom Divif 2 Kostrad Gelar Sosialisasi dan Pemeriksaan Kendaraan

8 April 2026 - 23:14 WIB

Maria Ulfah: Sang Pionir Hukum dan Menteri Perempuan Pertama dalam Sejarah Indonesia

8 April 2026 - 22:53 WIB

Trending di Berita

Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan