RadarGempita.co.id
Internasional, – Kartu identitas ini adalah bukti sejarah perjalanan seorang lelaki Jawa bernama Amadmoekrie dari Desa Gletak, Yogyakarta, yang berangkat menuju Suriname Ia tidak sendiri, istrinya Sarijem, beserta keluarganya, ia meninggalkan tanah kelahiran demi mencari kehidupan baru di negeri yang jauh di seberang samudra.

Perjalanan mereka dimulai 1 Agustus 1923 dari pelabuhan Tanjung Priok (Batavia) menuju Paramaribo dengan kapal uap S.S. Chenab. Perjalanan laut yang memakan waktu berbulan-bulan ini bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi juga awal dari perubahan hidup yang besar dan penuh ketidakpastian.
Patut diketahui, Dokumen ini diterbitkan oleh Algemeen Delisch Emigratie Kantoor sebagai bagian dari sistem kolonial Belanda dalam mengatur emigrasi tenaga kerja kontrak. Setiap emigran didata dengan rinci mulai dari asal daerah, keluarga, hingga identitas fisik seperti sidik jari dan potret menunjukkan betapa ketatnya sistem administrasi saat itu.
Di balik kartu sederhana ini tersimpan kisah besar tentang pengorbanan, harapan, dan ketabahan. Dari sinilah jejak diaspora Jawa di Suriname bermula, membentuk komunitas yang tetap menjaga budaya dan identitasnya hingga hari ini.









