TANGERANG, Radargempita.co.id – Kegiatan pemeliharaan di Kantor Kecamatan Gunung Kaler kembali menuai sorotan. Selain dinilai mengabaikan aturan seperti tidak adanya papan informasi kegiatan dan penerapan keselamatan kerja (K3), muncul pula dugaan adanya praktik pemberian uang kepada oknum tertentu agar pekerjaan tersebut tidak menjadi sorotan.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi, situasi tersebut diduga menjadi salah satu penyebab informasi terkait kegiatan pemeliharaan tersebut tidak berjalan secara terbuka.

“Ya gimana mau lancar, wartawan yang datang katanya ada yang langsung diberikan cuan oleh oknum pelaksana,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga menyebutkan bahwa oknum pelaksana kegiatan tersebut disinyalir merupakan warga yang masih berasal dari wilayah Kecamatan Gunung Kaler.
Sementara itu, kondisi pekerjaan di lokasi terlihat semrawut. Pekerja disebut tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja (K3) sebagaimana mestinya, dan hingga saat ini tidak terlihat adanya papan informasi proyek yang seharusnya dipasang sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Kecamatan Gunung Kaler, Subhan, justru mengaku tidak mengetahui kegiatan tersebut.
“Saya tidak tahu menahu itu, Kang. Silakan langsung ke Pak Camat,” ujarnya singkat.
Jawaban tersebut semakin menimbulkan pertanyaan publik terkait pengawasan internal di lingkungan Kecamatan Gunung Kaler. Pasalnya, pekerjaan yang berlangsung di lingkungan kantor pemerintahan seharusnya diketahui dan diawasi oleh pihak kecamatan.
Sejumlah warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang segera melakukan evaluasi dan pengecekan langsung terhadap kegiatan pemeliharaan tersebut agar tidak menimbulkan dugaan praktik-praktik yang mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas.












